Kamis, 10 April 2014

Menitip pada hujan

Hai, Ngit, apa kabar diatas sana ?
Aku baik, Ngit, terimakasih meneduhkan bumiku hari ini.  Aku masih senang wangi hujan dan suasana abu-abumu, jangan buru-buru pergi dulu. Aku masih ingin menikmatimu melipat rindu-rinduku.
Ngit, dia apa kabarnya ? Tidak melihatnya sungguh bukan lagi jadi masalah. Aku tidak perlu melihatnya untuk tahu bahwa dia ada. Masih ada. Akan selalu ada. Walau (mungkin) tidak lagi untukku, entah untuk siapa.
Boleh aku minta tolong satu, Ngit ? Teduhkan selalu harinya, sejukkan suasana hatinya. Aku tahu dia sedang berjuang sesuatu. Aku berharap kebaikan selalu menyertainya. Temani dia, ya. Sampaikan salamku lewat kamu yang menjelma jadi titik-titik air jernih seperti biasanya. Aku kangen dia.