Rabu, 28 September 2011

Delapanbelas dan menyedihkan

Entahlah, semua berjalan begitu cepat. Kalian hadir, lalu kebahagiaan terjadi begitu saja. 

Mungkin kata-kata itu tepat menggambarkan semua persaan bahagiaku untuk kalian. Kebahagiaan macam apa ?entah. yang aku tahu aku bahagia. Aku sangat menyayangi kalian. sangat .andai kalian merasakannya...

entahlah, aku merasa kehidupan kampusku membosankan .and i miss you guys, i miss you so damn. Bukan, bukan karena aku tidak mau berteman dengan mereka, hanya saja aku merasa... ah, entahlah .
Seminggu yang lalu, kufikir semua akan indah. Setidaknya aku berhak membayangkan sesuatu yang indah terjadi di hari ulangtahunku. Jujur, aku tidak mengharapkan kado yang istimewa dari siapapun. Aku berusaha menyambut ulangtahunku dengan cara orang dewasa, aku mencobanya. Percayalah, aku berhasil. Setidaknya beberapa jam setelah bangun tidur.
Bertemu teman-teman di kampus, dinyanyikan lagu selamat ulangtahun semoga panjang umur blah blah blah. Bertemu kamu my hunny bunny besties ria hanistya, diucapkan selamat ulangtahun, dipeluk dan blah blah blah . Menyenangkan, setidaknya sampai beberapa puluh menit kemudian.
Ya, lalu semuanya menjadi seperti mimpi buruk, sangat buruk. 
Jujur, aku ingin menangis sepanjang kuliah. Tapi aku berhasil menahan, aku beruntung. Barangkali ini semacam metamorfosis diriku menjadi lebih dewasa, menahan air mata -ah bukan, mungkin lebih tepatnya menahan emosi- Maybe yes. Or maybe no ? I dont know. Yang aku tahu, sepanjang hari aku berusaha tersenyum, bahkan ketika sadar, kalian mungkin terlalu sibuk untuk mengingat hari itu istimewa, ulangtahunku :3
Sepanjang perjalanan siang itu di angkutan umum, aku berusaha menata pikiranku, merayunya agar tidak manja, berusaha positif thinking terhadap hari ulangtahunku. Beruntung, aku berhasil. Setidaknya (lagi), sampai beberapa jam kemudian.


Dan aku benar benar menyerah malam itu, aku menangis. Terisak isak. Barangkali aku memang masih remaja, belum siap menjadi dewasa. Ah, peduli setan. Aku benci karena sebelumnya aku membayangkan hari ulangtahun yang indah. Kufikir barangkali, aku tak sepenting itu dimata kalian.
Aku desperate, putus asa menunggu ucapan selamat. Aku menulis "happy birthday Aida", menyanyi lagu "happy birthday" milik ten2five. Setidaknya untuk mengobati perasaan. Lalu tidur.
Benar benar hari ulangtahun yang istimewa .


PS. aku sama sekali tidak marah sayang, sungguh.
hanya saja aku benci hari ulangtahunku kali ini. Barangkali aku marah pada harapanku, tapi tidak kalian. Aku paham, aku maklum kalian pasti sibuk. Iya, sama aku juga :)
Bagaimana mungkin aku marah hanya karena satu hari dan melupakan tiga tahun bersama kalian, yang itu tak ternilai kebahagiaannya. Tidak akan ... :)


PS. I miss you ....


Sabtu, 10 September 2011

I bid farewell to you

Well, it's time to say goodbye my friend. I'm glad you stayed until the end. I hope that you've enjoyed the time we spent

Though I know that you will be back again. I don't know just how soon until we meet again, I'll think of you

you know.. it was easier to say hello than to say goodbye. Now you have to go, I bid farewell to you :)
I remember all the fun we had, and all the tears when times were bad. But you were there when we were down and out. and I know that I will not forge what was written and what was said and who was there, when we were not on top of the world, and so on.
-- oh please somebody prevent my tears right now --

Yes it's time to say Auf Wiedersehn, Sayonara and ciao my friend. You'll always have a place within my heart, always . And the scene will change, the time will show. But still I hope that you'll be there for me. I'll there for you, no matter what .




be carefull dear, watch your health, okay ?
i'm gonna miss you
love ya :*





Jumat, 09 September 2011

Kamis, 08 September 2011

Quoted

"aku ingin menyapamu dengan kata-kata yg tak mudah dilupakan, kata-kata yg dipungut dari jemari waktu yg ingin kekal"

Rabu, 07 September 2011

It's not "Success and failure", it's "Success" and "Failure"


Tiga detik yang lalu saya teringat. Soal mimpi, cita-cita dan... segala sesuatu mengenai angan angan .

Tuhan menyediakan jalan bagi mimpi, saya tahu. Satu jalan dengan dua cabang dan dua akhir. Saya seribu persen yakin, saya khatam mengenai ini. Ya, mengenai "success and failure". Hanya yang kadang tidak saya sadari adalah success and failure aren't a lottery, yang dengan segala macam kemungkinan baik dan buruk atau sangat baik dan sangat buruk yang akan keluar nantinya, menggugat kita untuk menerima dengan lapang dada secara mutlak. Mutlak, absolut, tidak ada tawaran. 

Success and failure bagi saya adalah, mahakata dengan mahamakna. Dua kata yang tidak sembarang kata dan opsional. Opsional kawan ! yang artinya, kita yang pilih kemana mimpi mimpi itu kita arahkan. "Success"or "Failure". Yang artinya lagi, bukan " Success and Failure", tapi "Success" and "Failure".Ya, saya lalai mengenai hal ini, dan itu sangat memalukan.
 
Benar kawan, saya malu. Bahkan kepada lembaran buku agenda saya yang penuh akan mimpi mimpi besar yang berantakan. Gagal hampir total. Mungkin yang masih tersisa adalah tentang Holland, Perfect wedding, dan hidup sebagai lansia terbahagia dan ceria dengan cucu cucu manis seperti lolipop.
jujur saja kawan sekalian, saya, yang awalnya bersemangat '45 setiap menuliskan mimpi mimpi baru saya sendiri kedalam agenda, sempat tidak berani dan menjadi pengecut besar atas mimpi mimpi itu, bahkan untuk sekedar membayangkan. Saya terlalu pengecut untuk gagal lagi dan justru itu kesalahan terbesar saya. Kegagalan yang sebenarnya.

Saya selalu bangga memiliki sahabat terbaik sepanjang jaman, selalu. Mereka semacam... obat penambah stamina, penguat sistem imun yang ringkih. Dan ya, saya bangkit  :)
Sepenuhnya bangkit .
Saya -akan mencoba- tidak takut gagal. Saya siap gagal 99 kali dan bangkit 100 kali, sungguh. Ini janji.
Demi mimpi yang masih tersisa. Demi Holland, Perfect wedding, dan hidup sebagai lansia terbahagia dan ceria dengan cucu cucu manis seperti lolipop. Dan, demi kedua orangtuaku atas... atas segalanya :)

Selasa, 06 September 2011

Dikejar waktu, mempertaruhkan mimpi. ayo lari!

written by
my sweetheart, Ria Hanistya 




semua orang punya mimpi. termasuk saya. saya, waktu TK sudah bermimpi jadi paskibraka di istana negara. setiap tujuh belasan, tak pernah saya lewatkan acaranya. setelah bapak pulang, saya akan pakai sepatunya lalu bergaya ala paskibraka membawa bendera.
waktu SD, saya sudah ingin nantinya jadi mahasiswa STAN. entah, siapa yang duluan menginspirasi saya. dan mimpi-mimpi lainnya. saya mimpi jadi putri lingkungan hidup, saya mimpi jadi jurnalis DBL, mimpi ini mimpi itu.
sampai SMP kegemaran saya berlanjut. bermimpi.
mimpi ke Amerika, punya foto di sunset boulevard atau san diego bukan di patung liberty. kenapa? karena Tom Cruise syuting film top gun disana. karena, kata seorang saudara, di sana ada toko kecil yang menjual lipgloss aneka rasa. mulai stroberi, coklat, kacang, apel dsb. hehe
tak lama lulus dari jhs, saya mengenal sosok seorang soe hok gie. sosok hampir sempurna, yang hmmm boleh dibilang tak terkatakan. singkatnya, saya amat mengidolakannya. maka, kampus Universitas Indonesia jadi sasaran. saya mau kuliah disana, apapun halangannya :o
membaca laskar pelangi, mengenal andrea hirata, membaca sejarah hidupnya melemparkan saya pada bagian dunia yang lain. EROPA. yes, e r o p a. europe. poundsterling. madrid. alhambra. FRANCE. eiffel. holland. eurotrail. italia. visa schengen. berlin. eropa selatan, lalu jalan ke barat. amsterdam. HOLLAND.


menembus garis batas. mengisi lembar kosong paspor. meminta izin transit ke kedutaan. 


tick tock tick tock tick tock time's ticking. maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan?


waktu jalan terus, berbagai hal terjadi. banyak mimpi yang harus lunas di tengah jalan. bukan terlaksana, tapi batal dilaksanakan. saya kesampaian jadi jurnalis, tapi kalah memalukan.  saya hancurkan prestasi saya di SMP, dan bukan lagi siapa-siapa. masa lalu saya buruk, kalau kau tahu. saya batal ke istana negara, batal jadi paskibraka, karena saya malas ikut latihan karena harus dibentak-bentak. menghapus mimpi tentang amerika, karena saya putus asa. saya dihajar waktu. saya diterjang jarum jam yang terus bergerak, kalender-kalender yang terus berganti. januari, februari, maret, ..., desember. januari lagi.
saya masih disini. di anak tangga yang sama menuju kesuksesan. tak ada geliat, tak ada upaya. saya masih bukan siapa-siapa.


menjelang usia yang ke tujuh belas, saya dihadapkan pada pilihan. masa abu-abu atau putih lurus demi FKUI yang saya idam-idamkan. saya pilih yang pertama. karena saya menganggap masa SMA tak kan pernah terulang kembali geloranya. dengan segala resikonya. saya masih belajar, tapi saya terbelakang. saya ikut bimbingan tapi saya tak juga pintar. saya menyesal, karena selain teman-teman yang fantastis itu, saya hanya dapat seorang pacar yang bisanya cuma diam saja. itu saja.
pada akhir studi, saya berhadapan dengan realita bahwa saya tak mampu bersaing dengan mereka yang memertaruhkan harapan di FKUI. saya mundur teratur, mempersilahkan mereka yang semangatnya menggebu untuk terus melaju. saya mencoret acara promnight yang saya idam-idamkan sejak awal masuk sekolah. karena saya malu, saya belum mampu memberikan apa yang ayah dan ibu inginkan selama ini.
ini semua murni kesalahan saya. bukan pacar saya-dia sama sekali tak bersalah. tapi bila dia menggangap saya sebaliknya, wah alangkah kejamnya-, bukan teman saya, bukan pergaulan saya. bukan salah siapa-siapa.




namun Tuhan membentangkan masa depan baru untuk saya. masa depan yang harus saya pertanggungjawabkan. sendiri. masa depan ini, ada di tempat yang tak pernah saya pikirkan, apalagi impikan untuk andil di dalamnya. fakultas farmasi.
saya baru memulai dua langkah. akan ada ribuan langkah lainnya, yang akan mengantarkan saya ke percabangan kehidupan yang sesungguhnya, kesuksesan atau kegagalan. membahagiakan orang tua, atau sebaliknya.
mengukir prestasi atau mencoret tinta merah kesalahan yang sama. pilih saja.




mulai sekarang mimpi saya akan daratan eropa dipertaruhkan. saya harus mulai berdamai dengan waktu, dan kamu juga harus begitu. karena ada eropa yang menunggu tanahnya dijejak, ada mereka yang harus dibanggakan. ayo lari! ayo lari!
jadilah kuat. akan kita jalani bersama pilihan yang sama. pergi ke eropa :)






p.s :
it's totally for you my dearest deskmate :)
aku mau ke france, aida mau ke holland, kamu mau ke berlin. apa salahnya kalo satu pesawat? :))

Minggu, 04 September 2011

Sabtu, 03 September 2011

Jumat, 02 September 2011

andare d'amore

Pergilah kasih kejarlah keinginanmu
Selagi masih ada waktu
Jangan hiraukan diriku
Aku rela berpisah demi untuk dirimu
Semoga tercapai segala keinginanmu :)


wah kejadian long distance, oke oke little long-distance deh .
udah sana pergi hus hus, belajar yang bener yaa syg jangan banyak mainnya . Atiati milih temen, inget janjimu, kalo perlu tulis yg gede terus tempel di kosan biar inget terus hihi :p
janji ya, 4 tahun lagi jadi sarjana berprestasi biar gampang cari kerjanya nanti :D