Selasa, 31 Januari 2012

Kota dan Aku

       Ini kota sudah tak lagi nyaman. Aku ingin pindah kota, tapi tak tahu jalan. Ini saja sudah tersesat, padahal aku tak pernah keluar rumah tanpa peta dan kompas. Tapi angin kemarin sore terlalu kencang, petaku terbawa terbang. kompasku hilang. Aku juga hilang, dan kehilangan.

       Kota ini ramai yang terhampa, diam yang tergaduh, bising yang tersepi. Aku kedinginan ditengah panik. Kau tahu, tapi acuh. Aku tak peduli. Harapanku kugadaikan ditengah jalan untuk biaya makan. Aku Gusar. Menepi pada teras orang, aku malah terjebak. Jalanku makin rumit

       Langit bahkan tak lagi baik, aku dimusuhi. Aku ditumpahi rasa bersalah kota ini lewat hujan, aku dipaksa berteduh. Aku mau, terpaksa. Sudah itu aku dikejar angin besar, aku hampir digulung. Aku dipaksa berlari. Kulakukan, tertatih.

       Aku ingin pindah kota, tapi aku tak ada kendaraan. Perutku lapar, tapi aku tak lagi punya harapan untuk digadaikan sebagai biaya makan. Aku menyerah, semakin lemah. Sudahlah.

     
Kota ini, hatimu yang tak menginginkanku tinggal .

Senin, 30 Januari 2012

Bintang

Kepada langit yang hitam dan tegar,

       Aku ingin menyampaikan salam kepada Andromeda, Antlia, Aquila, dan ribuan lainnya. Sampaikan kalau mereka memukau saat kau sedang tidak mendung dan tenang. Mereka cantik. Berpendar-pendar dalam tubuhmu yang sendu tak bergairah meski tegar. Kau tampak ramai dan menawan, seperti mata seseorang yang sedang jatuh cinta. berbinar-binar.

       Langit, tahukah kau aku sering berbincang dengan mereka diam-diam tanpa kau ketahui. Walau terpisah jutaan kilometer. Kami punya cara sendiri untuk saling menyapa, dan itu sering. Kali ini, lewat kau saja karena mereka sedang kau sembunyikan dibalik ketiakmu. Rupanya kau akan menurunkan hujan lagi, ya ?

       Jika benar kau turunkan hujan malam ini, bolehkah aku meminta sertakan satu bintang untukku, Langit? Aku hanya ingin menyimpannya dimataku agar setiap hari aku terlihat sedang jatuh cinta, though i'm not. 

       Langit, aku hanya sedang tidak paham, jika ada bintang yang ekornya berpendar terang sekali sepanjang ia meluncur, mereka buru-buru memanjatkan harapan. Bukankah justru baru saja ada harapan yang dibuang Tuhan (karena Tuhan tak setuju dengan harapan itu) lewat bintang berekor panjang itu ? kufikir jahat sekali jika berharap diatas pengharapan seseorang yang sudah tak ada harapan. Aku tak akan seperti itu.

       Langit, sekian dulu ya. Aku akan tidur sebentar lagi. Semoga kau tetap tegar walau tak bergairah.

Tertanda, aku yang sedang menatapmu disudut kamar
       

Luka



Disudut rasa bersalah, siang yang teduh.

       Luka, apa kabar ? lima detik lalu aku baru sadar kalau kau sudah lama hilang. Dimana kau ? Aku sudah pergi ke tumpukan koran lama digudang, kau tak ada. Di lemari tua milik Ayah, tak kutemukan . Di balik pigora lusuh foto kakekku, tak ada juga. Aku mencarimu, Luka. Segeralah memberi tanda.

      Kemarilah, aku punya sepotong kue coklat yang mungkin, manis rasanya. Aku ingin menghabiskan sepotong kue coklat ini bersamamu. Jika kau tidak suka kue coklat, kau boleh pilih sesukamu, katakan saja. Asal jangan menghilang lagi walau aku melupakanmu beberapa saat, nanti.

       Ketika kau datang, bawa serta teman-temanmu ya, si Perih dan si Memar. Oh, si Duka juga jangan sampai lupa. Cepat, ya. 

Tertanda,
Aku yang  hampa.

Aku mencoba, tapi kamu bantu aku ya

Suatu pagi yang dingin di penghujung Agustus 2009
Untuk kamu, yang kemarin ijin pergi.

       Semoga kamu sudah bangun. Agar kamu bisa merasakan betapa syahdunya pagi ini. Karena gerimis menggantikan embun untuk hadir mengantarkan pelangi. Selamat pagi, hatiku masih sama seperti kemarin. Masih milikmu walau jelas-jelas aku tahu kamu tidak ingin.
Padahal dulu kamu yang meminta

       Ku harap aku masih punya daya untuk mengatakan itu, tapi nyatanya sama sekali habis dimakan rasa bersalahmu  kepadaku. Maka kini aku berharap, semoga kamu seorang indigo yang mampu membaca perasaanku tanpa aku harus mengatakan padamu.

       Kamu tahu ?Tertatih aku mengumpulkan remahan perasaanku yang, mungkin hancur. Kamu hancurkan. Mengenai perasaan itu, aku berniat mengembalikannya padamu utuh, tapi aku tidak menemukan beberapa bagiannya. Mungkin terselip di paru-paruku, belakangan nafasku sedikit sesak. Mungkin beberapa ada dijantungku, belakangan detaknya mulai tak wajar. Yaaa nanti akan kucari. Maka sebagian dulu kukembalikan, sisanya kucicil, aku janji.

       Di hari-hariku berikutnya, kumohon jangan menatapku seperti itu lagi, ya. Itu semacam menusuk persaanku semakin dalam. Rasanya ada sesuatu yang menyala dari matamu yang membuatku semakin lemah terhadap perasaanku. Nanti aku tidak bisa move on
       
       Oh iya,
      Jika kamu ingin pergi berjanjilah satu hal. Jangan meninggalkan jejak, ya. Sungguh, nanti aku kerepotan menghapusnya. 
       

Once

Time passes. Even when it seems impossible. Even when each tick of the second hand aches like the pulse of blood behind a bruise. It passes unevenly, in strange lurches and dragging lulls, but pass it does. Even for me.

Minggu, 29 Januari 2012

Dari yang terdalam

       Aku harap kau tidak terlalu sibuk untuk mengingat kalau kau harus makan siang, dengan teratur. Aku harap, semoga kaca dirumah tidak terlalu kecil untuk menunjukkan bahwa kau sekarang terlihat jauh lebih kurus. Aku hanya takut kesibukanmu yang semakin liar itu, memakan sebagian lagi tubuhmu yang kini sudah rapuh digulung waktu. Aku harap, kau tidak pernah lupa membawa minyak angin aromatherapy-mu agar jika sutau saat kau merasa pusing, minyak angin itu segera membantumu untuk pulih.

       Aku harap, aku masih punya waktu untuk mengingatkanmu kalau kau harus makan siang, dengan teratur. Aku harap, aku masih punya waktu untuk memintamu sekedar berkaca agar kau tahu kalau kau sekarang terlihat jauh lebih kurus. Aku harap, aku masih punya waktu untuk menanyakan kabarmu ditengah kesibukanmu sebagai seorang kepala di kantor. Aku harap.

       Ma, semoga Allah berkenan memberiku waktu lebih lama untuk membuktiikan bahwa aku mampu membuatmu merasa tidak sia-sia menahan lapar saat makan siang, membuatmu lapang karena tidak sempat menyadari bahwa kesibukanmu terlampau jahat terhadap tubuhmu, membuatmu merasa bahwa semua kerja kerasmu berharga karena anakmu ini berhasil menjadi seorang apoteker. Insya Allah Ma, 4 tahun lagi.

       Mohon doa restumu.


Too brown to be true







December, 22th
2011

Sabtu, 28 Januari 2012

Semoga

Ada sesuatu yang besar, berbeda, dan aneh, kurasa. Tapi ini berbeda yang menyenangkan, aku bahagia.
semoga aku tak salah mengeja, inikah cinta ? Yah, semoga .

Quoted

"Hari ini aku akan menyikapi kekecewaan sebagai tanda bahwa standarku tinggi dan aku hanya tinggal meningkatkan kesungguhanku untuk memulai lagi."

Jendela


Kufikir selama ini, aku melihat dunia pada jendela yang benar. Jendela yang tepat.
Tapi setelah semua yang kualami sekarang, aku jadi bertanya-tanya, 
jangan-jangan selama ini aku salah jendela ? 

Ahh, sial.
Masih bisakah aku pindah jendela sekarang ?
Semoga masih ada waktu. 

Kamis, 26 Januari 2012

Fisika


you're my biggest matter !

Selasa, 24 Januari 2012

Hujan (3)

*****
Diam atas jutaan rasa rindu ini masih melegakan selagi langit masih bersedia menurunkan hujan . Lega karena langit menemaniku merindu. Terimakasih ya.

Aku masih punya banyak rindu untukmu. Semoga kemarau tak buru-buru datang.

Hujan (2)


*****
Jika beruntung, aku bisa lihat pelangi. Mejikuhibiniu. Cantik sekali.
Kali ini mereka bilang pelangi indah. Sungguh tidak adil. Mereka menyebut awan mendung mengerikan tapi mereka suka pelangi. Kufikir, awan mendung melahirkan pelangi, benar tidak ? Kenapa harus suka pelanginya saja.

*****
Mendung itu teduh. Seteduh matamu, teduh dan meneduhkan.
Sudah lama sekali kita tidak jumpa, tapi hujan bersedia membawa pikiranku jauh kepadamu, entah dimana. Tapi jelas kepadamu. Jika kupandangi hujan begitu lama, artinya aku menemukanmu diantara rintik-rintik anggun itu.
Rasanya hujan dapat mewakili rasa rinduku kepadamu. Tumpah ruah.
Aku merindukanmu seperti hujan merindu bumi.
Sayangnya kau sama dengan mereka. Tak suka hujan. Aku hanya bisa diam.

Hujan

Hujan nampaknya rindu bumi. Mungkin langit tahu, kami disini kering. 
Jika mereka bilang awan mendung mengerikan, kataku itu indah. Entah, kufikir terkesan teduh saja. Memang, aku sedikit tidak bersahabat dengan matahari. Kini dia terlampau terik. Jika lupa membawa sunblock, pasti wajahku terbakar. Yang aku heran, mengapa langit bisa tahan begitu dekat dengan matahari ? 
Mungkin hujan adalah cara langit menjeritkan kepedihan. Yang aku tidak paham, pedih macam apa yang langit rasakan. Yang aku tahu, hujan itu indah dibalik apapun yang langit rasakan waktu hujan. 
Rasanya, ketika hujan turun, waktu seakan berjalan lebih lambat. Kufikir, cara mesnyukurinya  adalah dengan menikmati.
Jika ada petir ? Entah, tapi aku benci petir. Suaranya membuatku migrain.
Hujan jatuh dipelupuk mataku. Hujan jatuh di atas hidungku. Hujan jatuh di pipiku. Hujan jatuh membasahiku. 
Aku tersenyum. Itu menyenangkan.


Pernah sadar tidak, bahwa hujan itu wangi ?Aku sadar.
Tidak percaya ? Coba buktikan nanti.

Senin, 23 Januari 2012

Bitter sweet memory

Teruntuk kamu, seseorang yang entah ingat aku atau tidak :)

Sejujurnya mengenai perasaanku itu, sudah tuntas sejak lama. Perlahan tapi pasti. Kini, benar-benar tuntas. Tapi entah maksudnya apa, kadang kamu masih suka hadir di mimpiku. Tanpa membawa kesan, hanya lewat. Tanpa memberi cerita. Kamu terlihat lebih kurus dari terakhir kali aku melihatmu, hey ada apa ?
Mungkin aku tidak harus tahu. Dan tidak perlu tahu. Baiklah, aku diam.

Baik-baik ya.
Kamu, dan semua cerita tentang kita yang bitter sweet itu, persoalan masa lalu. Sudah rapi dipikiranku. Hanya pikiran, tidak hati. Tenang saja

Very great ad

Roman picisan

Entah apa itu namanya, tapi yang jelas menyakitkan. Aku merasakannya walau tidak mengalaminya. Ini bukan apa-apa, tapi ini menyakitkan.

Dear Ayu Yuni, my beloved

Mengenai ceritamu tentang dia, Jika boleh aku mengatakan, mungkin itu semacam, cobaan bagi cinta. Ya, barangkali memang, para pecinta sepertimu 'dikutuk' untuk selalu melupakan.
Kufikir dulu, waktu satu-satunya masalah bagi seseorang yang mencintai, hingga sampai saatnya ia sadar bahwa ternyata waktu telah memakan habis cintanya. Mungkin masih disisakan sedikit. Sedikit, tak banyak.
Tapi ternyata, jarak juga ikut-ikutan. Jahat sekali. Entah siapa yang jahat. Kufikir, dia yang jahat, yang kau cintai itu. Menghilang dengan alasan klasik aneh dan memberi kenyataan yang memuakkan. Bahwa ternyata, ada orang lain. 
Ah dasar anak SMA.  
Begini sayang, sebenarnya masalah bangkit, melupakan lalu ikhlas dan menganggap semua itu sebagai masa lalu adalah sesuatu yang opsional, antara mau atau tidak. Antara ingin atau tidak. Sederhana, tapi susah ya ? Tinggal kamu mau pilih yang mana, otoritas penuhmu. 
But pleaaaase dnt cry anymore dan membuat dia merasa berharga dimatamu. karena, secara sadar atau tidak, itu akan menusuk lebih dalam. 
Kufikir yang terbaik untukmu saat ini adalah melupakan. menjalani kutukan itu dengan ikhlas. Tapi ini hanya saran dari temanmu yang tidak tahu apa-apa. Sisanya terserah kamu.
Jangan sekali-sekali berfikir bahwa melupakan semuanya tentang dia sebagai persoalan yang absurd. Karena ini persoalan waktu, aku yakin kamu tahu benar itu. 

Begini, setidaknya memori itu akan abadi dalam catatan masa. Bahwa dia pernah membuat hari-harimu mejikuhibiniu, indah. Tapi cukup dalam catatan masa. Ya ?


Tapi ngomong-ngomong, cinta itu apa ?

Minggu, 22 Januari 2012

Aku dan kamu = kita, masihkah ?

Pernah tidak, merasa jauh padahal tidak ada jarak ?
Well, aku pernah.
Rasanya, aneh. Entah apa yang membuat jauh, aku tidak tahu. Mungkin dia tahu, hanya tidak ingin memberitahuku. Sebenarnya akupun punya banyak hipotesa. Mungkin ini, mungkin itu. Ya, tapi semuanya hanya mungkin.
Ini menyedihkan, sungguuuuuh. Jauh lebih menyedihkan daripada mengetahui seseorang yang sudah hatimu bidik begitu lama, punya kekasih baru. Percayalah . Begini, coba saja kamu bayangkan ketika sahabatmu tiba tiba menjadi orang asing, what a sick ! sad isn't it ?

My dearest,
Betapapun anehnya keadaan ini, aku merindukanmu beserta cerita-ceritamu mengenai paris dan eropa. Aku masih sahabatmu, jika kamu masih mau :)

Down

ini semacam... krisis percaya diri.
begini, aku menemui banyak orang hebat di kampus. Dan, aku sedikit merasa minder. Entahlah, aku merasa tak punya bakat apapun untuk dikembangkan. Miris. 
hmmmm, mereka kok bisa hebat ya ? bisa punya penghasilan sendiri. Lah aku kemana ajaaaaa ? gini gini terus, gak jalan jalan :(

Senin, 09 Januari 2012

Entahlah

Simsalabim tiba-tiba kau ada, 
sayang aku yang menghilang.
Adakadabra kau tiada, aku juga. 


Di mana, kita?

Jumat, 06 Januari 2012

Quoted

"kita liat bulan, tapi sebenernya bulan itu jauh banget.
kita ga liat Allah, tapi sebenernya Allah itu deket banget . iya, banget ."

double beauty :)

Senin, 02 Januari 2012

Quoted

" engkau dibahagiakan, karena engkau membahagiakan "

Beauty words

Wahai orang yang lembut hatinya,
Aku tak ada siapapun kecuali Allah di hatiku
aku ingin menjadi yang halal bagimu
yang bisa kau seka air matanya,
kau belai rambutnya dan kau kecup keningnya.
Aku tiada berani berharap lebih dari itu.

Minggu, 01 Januari 2012