Selasa, 24 Januari 2012

Hujan (2)


*****
Jika beruntung, aku bisa lihat pelangi. Mejikuhibiniu. Cantik sekali.
Kali ini mereka bilang pelangi indah. Sungguh tidak adil. Mereka menyebut awan mendung mengerikan tapi mereka suka pelangi. Kufikir, awan mendung melahirkan pelangi, benar tidak ? Kenapa harus suka pelanginya saja.

*****
Mendung itu teduh. Seteduh matamu, teduh dan meneduhkan.
Sudah lama sekali kita tidak jumpa, tapi hujan bersedia membawa pikiranku jauh kepadamu, entah dimana. Tapi jelas kepadamu. Jika kupandangi hujan begitu lama, artinya aku menemukanmu diantara rintik-rintik anggun itu.
Rasanya hujan dapat mewakili rasa rinduku kepadamu. Tumpah ruah.
Aku merindukanmu seperti hujan merindu bumi.
Sayangnya kau sama dengan mereka. Tak suka hujan. Aku hanya bisa diam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar