Minggu, 19 Oktober 2014

Apa ya, entah.


Berada di situasi seperti saat ini, aku tidak pernah membayangkan. Rasanya tidak enak. Tidak enaknya tidak bisa diceritakan, pokoknya tidak enak saja. Hari-hari seperti ini yang selalu aku takutkan. Dan aku benci. Aku merasa sendiri. Lagi.

Manusia sepertiku apa sebegitu menjekelkan, sampai semudah itu menciptakan suasana tegang ?

Aku sedang bingung. Kamu tidak mengerti.

Jika kamu masih seperti ini, maka sungguh, kamu belum sepenuhya sampai didasar hati. Kenali aku dengan sabarmu. Pelajari aku dengan tenangmu. Maka kamu akan tahu seperti apa aku. Kamu tidak akan pernah tahu isi buku jika tidak membuka sampulnya. Kamu tidak akan pernah paham jalan cerita jika hanya membaca sinopsisnya. Lepaskan dulu ekspektasimu tentang aku apapun itu, lalu pelajari aku. Mulailah dari apa yang ingin kamu tahu terlebih dahulu, lalu apa yang tidak kamu tau, sampai apa yang tidak ingin kamu tau. Kenali aku dulu, baru simpulkan. Perlahan. Jangan tergesa. Daripada salah kaprah, nanti kecewa.  

PS. Bacalah dengan tenang agar tidak salah paham. Bacalah perlahan agar tidak geram. Maka kamu akan  mengerti, aku hanya mencoba meluruskan.

19 Oktober, dini hari menjelang minggu. Besok mau jogging, jadi harus segera tidur.
Selamat malam. Semoga istirahatmu mampu menenangkan pikiran :)


Minggu, 28 September 2014

20 september tahun ini, sudah 21



Sometimes being a friend means mastering the art of the time . There is a time for silence . There is a time to let go and allow people to hurl themselves into their own destiny . There is a time to prepare to pick up the pieces when it's all over and put it back together.

Terimakasih untuk momen 21 yang berharga. Seumur hidup ngga akan pernah bisa lupa. Terimakasih untuk doanya, untuk senyum-senyum nya, untuk peluknya, untuk jabat tangannya. 
Kalian membuktikan bahwa saudara bisa kita temukan dalam diri orang asing yang sebelumnya tidak kita kenal di hidup kita, bahkan di tempat se-hectic kampus farmasi yang bau obat. Terimakasih untuk banyak pelajaran berharga. Aku bukan teman yang baik, tapi aku kan selalu berusaha untuk itu. Aku sadar perjalanan cerita kita naik turun, tapi terimaksih sekali lagi untuk membuktikan bahwa kita masih saling peduli.
Mendapatkan saudara sperti kalian, aku tidak pernah menduga, sama sekali. 
Allah maha baik, ya 


You're cute. even when you're cranky.
Tapi jangan keseringan ngambekannya ya sayang





i love you KOMINFO. 
Tiga tahun belajar di departemen ini dan selalu dianugerahi orang-orang baik. 
Allah mahabaik 




Aamiin sayang... :)
Semoga kamu Dies Natalisnya juga lancar ! 


Kangen


Momen sekali seumur hidup. Kalian tidak terganti sepanjang hidup.

Sabtu, 27 September 2014

MAP's


oficially, yours 
Semoga kita bisa jadi lebih baik. Semangat kuliahnya, ya ! 


Minggu, 15 Juni 2014

Kalian

Ada yang rasanya nggak pas lagi. Entah aku yang berubah, lingkunganku yang berubah, atau dua-duanya.

Senyum-senyum milik mereka masih sama lebar dan apa adanya. Seperti sebelum saat ini. Pun dengan senyum-senyumku. Walaupun kami tidak lagi menjadi penyebab senyum satu sama lain. Kehidupanku berubah dengan sangat nyata. Kadang, aku merasa lebih nyaman seperti ini. Dikelilingi alasan-alasan yang berbeda untuk tersenyum setiap harinya. Kadang, aku merasa lebih ringan. Menikmati angin dalam perjalanan tanpa merasa perlu mengganggu siapapun untuk berkeluh kesah.

Kadang.

Entah sejauh apa mereka bisa menjadi seseorang yang dapat aku percaya. Nyatanya tidak selamanya kami saling berbagi, memahami, dan mengobati luka. Sering rasanya, dari dalam kepalaku ini terdengar ada yang berteriak begini, “ Selamat datang di kehidupan yang sebenarnya ! Inilah hidup. Berjalanlah tanpa perlu merasa harus memiliki seseorang yang akan mengerti dirimu sepenuhnya. Kamu tau, itu mustahil.” Tapi, memang begitukah seharusnya ?

Aku kangen kalian dan semua cerita tentang kita yang masih kusimpan sebagai pengingat bahwa kita pernah sama-sama tertawa dan menangis karena alasan yang sama, lalu merasa dilengkapi satu sama lain.

Aku kangen kamu Yuni, Zasa, Mas Dhimas. Kita pernah punya alasan untuk sedekat itu dulu, dan doakan aku selalu untuk bisa mengerti dan mengikhlaskan alasan-alasan yang membuat kita se-berjarak ini sekarang.
Aku sungguh sayang kalian, dengan sayang yang masih sama.


Salam sayang, Aida.

Sabtu, 07 Juni 2014

Senin, 02 Juni 2014

Entah ini apa

Aku kangen kamu tanpa pernah berharap. Aku kangen. iya, hanya kangen saja.
Walaupun aku tau kamu tidak pernah mau tau dan merasa tak perlu tau, aku cuma mau bilang, aku baik kok. Hanya saja, semakin hari rasanya semakin berat. Sungguh. Dan aku hanya membayangkan sepertinya langkah ini akan lebih ringan jika kamu disini, memberi tempat untuk berkeluh kesah. Aku membayangkan kamu tanpa pernah berharap. Aku membayangkan. Iya, hanya membayangkan saja.
Baik-baik selalu, ya ! Hiduplah bahagia :)

Kamis, 10 April 2014

Menitip pada hujan

Hai, Ngit, apa kabar diatas sana ?
Aku baik, Ngit, terimakasih meneduhkan bumiku hari ini.  Aku masih senang wangi hujan dan suasana abu-abumu, jangan buru-buru pergi dulu. Aku masih ingin menikmatimu melipat rindu-rinduku.
Ngit, dia apa kabarnya ? Tidak melihatnya sungguh bukan lagi jadi masalah. Aku tidak perlu melihatnya untuk tahu bahwa dia ada. Masih ada. Akan selalu ada. Walau (mungkin) tidak lagi untukku, entah untuk siapa.
Boleh aku minta tolong satu, Ngit ? Teduhkan selalu harinya, sejukkan suasana hatinya. Aku tahu dia sedang berjuang sesuatu. Aku berharap kebaikan selalu menyertainya. Temani dia, ya. Sampaikan salamku lewat kamu yang menjelma jadi titik-titik air jernih seperti biasanya. Aku kangen dia.


Minggu, 30 Maret 2014

Senin, 03 Maret 2014

Being denied, is....

Aku : “Jangan sakit-sakit ya, jaga kesehatan, istirahat yang cukup...”
Dia : “Aku bisa jaga diri sendiri, kamu urusin kuliah sm keluargamu aja.”



Aku : (dalam hati, “Iya, aku tau”)


-Percakapan kala itu-


Anak ayah sudah besar

Ayah : “Semester berapa to Mbak Ayu ini sekarang ?”
Aku   : “Semester 6...”
Ayah : “Wah cepet ya mbak, anak ayah udah besar”

Dari kaca mobil, aku lihat ayah tersenyum kecil. Tulus sekali senyumnya. Aku merinding.

Yah, anakmu ini tidak pandai seperti teman-temannya di kampus. Anakmu ini tidak punya prestasi akademik yang membanggakan. Maaf baru bisa memberi 2,99 tapi percayalah hasil itu aku dapat dengan jujur.  Anakmu ini bukan tipikal mahasiswa yang betah berlama-lama membaca jurnal ilmiah atau buku-buku yang lebih mirip bantal saking tebalnya. Maaf ya, yah.. Anak ayah ini mahasiswa yang biasa-biasa saja. Aku tau ayah tidak akan marah karena ayah tau betapa aku telah mencoba, tapi saat lihat ayah tersenyum seperti itu, aku sungguh merasa bersalah. Doakan aku selalu, yah.. Aku kelak akan jadi apotekernya ayah dan mama yang paling baik. Janji.




Minggu, 02 Maret 2014

Pengantar Mimpi

Ada hal-hal yang akan mustahil bisa kita jangkau dengan hanya mengandalkan ilmu sains, banyak bahkan. Aku percaya semua hal indah yang kita rekam dalam talamus otak, nantinya akan terbang ke langit, melesat melawan gravitasi.  Entah dengan cara seajaib apa. Jika senyum mereka adalah sesuatu yang ajaib, mungkin lewat senyum merekalah keindahan di hidupku berkendara ke langit. 




Aku punya banyak hal indah, mimpiku tak berujung. Rabb.. jaga mereka supaya selalu tersenyum. Mengantarkan mimpiku, semua hal indah di talamus otakku. Melesat melawan gravitasi, menuju langit.

Sabtu, 01 Maret 2014

Hei, lelaki baik...

Teruntuk kamu, seseorang yang akan membukakan jalan surga bagiku nanti.

Apakabar, Hei lelaki baik ? Perkenalkan, aku adalah perempuan yang akan kau tuntun jalannya menuju kemuliaan. Ya, nanti jika waktu sudah mempersilahkan. Aku bukan perempuan yang cukup baik untuk bisa mendapatkan kamu yang baik. Tapi percayalah, aku sedang dalam perjalananku memperbaiki diri. Aku sungguh tak tahu akan seperti apa rupamu, tapi aku pun juga tidak secantik istri Rasullullah, aku tidak berdoa akan didapatkan oleh lelaki tampan, aku berdoa akan didapatkan oleh lelaki yang saat aku melihat rupanya, aku akan tenang karena matanya menenangkan. Aku bukan perempuan yang pintar matematika, tapi, jika aku kelak menjadi istrimu, aku berjanji akan menghitung pengeluaran rumah tangga dengan baik, tidak akan boros, dan akan menabung agar dapur selalu mengepulkan asap nasi. Aku cengeng, iya, itu benar adanya.Tapi, aku berjanji akan menjadi sosok ibu yang tangguh, tidak akan mengeluh, seberat apapun situasi memeras peluh. Bantu aku dengan senang hati, ya.. hehehe.

Hei, lelaki baik, Jika kamu sedang sendiri dan merasa sepi, pernahkah kamu membayangkan seperti apakah aku ? Karena aku sering begitu. Aku sering merasa sendiri, dan rasanya akan senang jika detik mempercepat diri untuk bergulir, lalu mempersilahkan aku dan kamu bertemu.

Aku tidak tahu dibelahan dunia bagian mana kamu mengitari waktu sebelum nanti bersamaku. Baik-baik selalu, ya. Nanti, ketika kamu membaca ini, tentu aku sudah bersamamu, dan aku akan selalu memastikan kalau kamu memang baik-baik saja.

Sebelum waktu itu datang, lelaki baik, aku ingin berterima kasih kepada kamu bahwa kamu sudah sangat baik untuk mau menerimaku saat itu. Aku yang tidak sebaik wanita yang selalu kau sebut dalam doa 5 waktu dan shalat sunnahmu. Kecewakah kamu karena Allah menjawab doa-doamu dengan sosok-ku ? Maaf jika iya, tapi kuharap tidak. Saat ini, aku pun juga mengucap doa dalam lima waktuku, aku minta kamu. Dan syukurku tiada henti bahwa doaku dijawab dengan kehadiranmu. Hei, lelaki baik, aku sungguh tidak tahu seperti apa skenario yang dipersiapkan oleh Sang Maha-baik untuk pada akhirnya nanti kita akan bertemu. Tapi, satu detik pun aku tidak pernah dibuat-Nya ragu.

Salam, Aida
yang mendamba merenta bersamamu. 

Jumat, 28 Februari 2014

Aku mengitarimu lewat doa terlebih dulu, semoga itu menenangkanmu. Saat ini, aku hanya mampu begitu. 

-Rahne Putri-

Jumat, 07 Februari 2014

Hai,

Percakapan sederhana, bikin senangnya luar biasa..

Doaku tidak pernah putus untuk kebaikanmu. Tanpa kamu minta.
Begitukah ketulusan ?
Semoga sukses apapun rencanamu, aku tunggu kabar baiknya.

Salam dari sini, aku titipkan pada angin.

Sabtu, 25 Januari 2014

They're adorable, aren't they ?


Farmasetika Sediaan Solida, I W I N Y O U !!!

Ketika Allah kasih lihat kuasanya. Sekarang aku percaya, kerja keras tidak pernah berkhianat. I've proved it.
Terimakasih untuk dua kabar gembiranya ya Allah.. Analisis Farmasi dengan skor memuaskan, Solida dengan nilai membanggakan. Aku tidak pernah menyangkan jika aku mampu, dan itu membuatku semakin bahagia bahwa kini aku benar-benar meraihnya. Terimakasih banyak untuk kesempatannya ya Rabb, aku membutuhkan ridhoMu disetiap langkahku. 

Rabu, 22 Januari 2014

Bahagia punya kamu

Januari. Aku kembali lagi. 

Entah apa yang sebenarnya membawaku kembali ke ruangan ini. Aku hanya sedikit kesepian. Banyak hal yang aku rasakan di dalam sini, sesuatu yang kusebut hati.  Aku ingin menulis. Kau tahu pasti kenapa. Karena aku tak pernah bisa bicara, aku takut.
Aku takut kecewa.
Ketika aku hanya butuh seseorang untuk ada, bukan ditekan untuk bercerita.
Ketika aku hanya butuh seseorang untuk tersenyum memberi kekuatan, bukan dihempas dengan kutukan.
Ketika aku hanya ingin seseorang untuk menenangkan, bukan dipaksa berfikir realistis menghadapi kenyataan.
Ketika itu aku ingat sesuatu. Sesuatu yang sebenarnya belum sempat terlupa. Bahwa aku punya kamu dengan segala keajabian didalam sini. Terimakasih untuk setianya, Nebula. Walaupun butuh koneksi internet untuk kembali datang, aku bahagia punya kamu.