Minggu, 15 Juni 2014

Kalian

Ada yang rasanya nggak pas lagi. Entah aku yang berubah, lingkunganku yang berubah, atau dua-duanya.

Senyum-senyum milik mereka masih sama lebar dan apa adanya. Seperti sebelum saat ini. Pun dengan senyum-senyumku. Walaupun kami tidak lagi menjadi penyebab senyum satu sama lain. Kehidupanku berubah dengan sangat nyata. Kadang, aku merasa lebih nyaman seperti ini. Dikelilingi alasan-alasan yang berbeda untuk tersenyum setiap harinya. Kadang, aku merasa lebih ringan. Menikmati angin dalam perjalanan tanpa merasa perlu mengganggu siapapun untuk berkeluh kesah.

Kadang.

Entah sejauh apa mereka bisa menjadi seseorang yang dapat aku percaya. Nyatanya tidak selamanya kami saling berbagi, memahami, dan mengobati luka. Sering rasanya, dari dalam kepalaku ini terdengar ada yang berteriak begini, “ Selamat datang di kehidupan yang sebenarnya ! Inilah hidup. Berjalanlah tanpa perlu merasa harus memiliki seseorang yang akan mengerti dirimu sepenuhnya. Kamu tau, itu mustahil.” Tapi, memang begitukah seharusnya ?

Aku kangen kalian dan semua cerita tentang kita yang masih kusimpan sebagai pengingat bahwa kita pernah sama-sama tertawa dan menangis karena alasan yang sama, lalu merasa dilengkapi satu sama lain.

Aku kangen kamu Yuni, Zasa, Mas Dhimas. Kita pernah punya alasan untuk sedekat itu dulu, dan doakan aku selalu untuk bisa mengerti dan mengikhlaskan alasan-alasan yang membuat kita se-berjarak ini sekarang.
Aku sungguh sayang kalian, dengan sayang yang masih sama.


Salam sayang, Aida.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar