Tampilkan postingan dengan label NEBULA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NEBULA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Januari 2014

Bahagia punya kamu

Januari. Aku kembali lagi. 

Entah apa yang sebenarnya membawaku kembali ke ruangan ini. Aku hanya sedikit kesepian. Banyak hal yang aku rasakan di dalam sini, sesuatu yang kusebut hati.  Aku ingin menulis. Kau tahu pasti kenapa. Karena aku tak pernah bisa bicara, aku takut.
Aku takut kecewa.
Ketika aku hanya butuh seseorang untuk ada, bukan ditekan untuk bercerita.
Ketika aku hanya butuh seseorang untuk tersenyum memberi kekuatan, bukan dihempas dengan kutukan.
Ketika aku hanya ingin seseorang untuk menenangkan, bukan dipaksa berfikir realistis menghadapi kenyataan.
Ketika itu aku ingat sesuatu. Sesuatu yang sebenarnya belum sempat terlupa. Bahwa aku punya kamu dengan segala keajabian didalam sini. Terimakasih untuk setianya, Nebula. Walaupun butuh koneksi internet untuk kembali datang, aku bahagia punya kamu. 


Rabu, 24 Juli 2013

Crumble

Hai Sirius, dimana kamu sekarang ? Aku harap secepat mungkin aku menemukanmu. Nebulaku sedang kosong.
Gelap. 
Aku jatuh, Sirius. Dihempaskan mentah-mentah oleh ekspektasiku tentang beberapa hal yang membuatku semakin lemah. Bertubi-tubi. Sakit sekali rasanya. 
Katakan. Katakan bahwa langit tidak akan runtuh tanpa bintang, Sirius. Maka Nebulaku akan selalu baik-baik saja karena bintang baru akan lahir setelah ini, bukan ? 
Aku percaya, Sirius. Sungguh. Hanya saja... 

Disini terlalu sesak, Sirius. Aku seperti dibebat pertanyaan-pertanyaan yang aku sendiri tidak paham. Aku ingin menghilang sejenak dari sini. Terbang ke tempatmu yang sesungguhnya di hamparan antariksa. 
Menyembuhkan luka, mengembalikan rasa percaya. Sejenak saja.


-aku masih Canopus-

Kamis, 27 Juni 2013

Mahameru

Hai, Sirius.
Tidak banyak yang tau kalau aku ternyata suka gunung. Kebanyakan mereka hanya tau kalau aku lemah. Sedih ya..
Aku berharap ada yang mau percaya bahwa aku mampu menaklukan mahameru. Melihatmu dengan mata telanjang di daerah Rasi Canis, hamparan nebula lain yang entah mlik siapa. 
Kamu benar Sirius, bukan salah mereka jika menganggap Mahameru terlalu buas untukku. My fault. Salahku jika tidak mampu meyakinkan mereka bahwa aku adalah Canopus. 
Tapi aku pasti kesana. Melihatmu dengan mata telanjang di daerah Rasi Canis, hamparan nebula lain yang entah milik siapa. Dengan atau tanpa keyakinan mereka bahwa aku adalah Canopus. 

-Canopus-

Overcast

Hai...
Nebulaku kekurangan cahaya. Sedang monoton. 
Akhir-akhir ini rasanya capek sekali. Aku berharap, aku masih canopus. 

Kuperkenalkan satu hal yang menjadi musuhku di Nebula ini. Namanya Katai Putih. Lain kali akan kuceritakan ya.. Sampai jumpa.

-canopus-

Rabu, 26 Juni 2013

Nebula

Aku selalu mengagumi langit malam. Entah, indah saja.
Ini nebulaku, selamat datang.

Aku ingin berbagi sedikit tentang nebula. Aku mengenalnya entah kapan, di dalam mimpi. Yang aku tahu, hal yang paling pasti terjadi ketika memejamkan mata adalah hitam, dan gelap. Tapi ketika itu, aku merasakan hal yang luar biasa indah. Banyak cahaya kecil yang menghidupkan. Terang, namun teduh. Sejak dikenalkan lewat mimpi, aku jatuh cinta pada Nebula.

Nebula adalah kondisi luar bumi yang memukau. Teori nebula bilang dia adalah ruang antar bintang yang terdiri dari debu, gas dan plasma. Nebula akan tampak bercahaya jika ruang ini memantulkan sinar dari bintang. Aku tak tahu asal bintang dari mana. Jika Nebula berasal dari bintang yang saling berjarak dan membentuk ruang, bintang-bintang itu dari mana asalanya ?

Teori bintang bilang mereka terbentuk didalam awan molekul, Nebula. Ketika Nebula mengalami ketidakstabilan grafitasi, bintang-bintang itu lahir. Ketidakstabilan itu dipicu oleh gelombang kejut dari ledakan supernova. Setidaknya para astrolog bilang begitu. Yah.. setidaknya sekarang aku mengerti kenapa "dee" memilih supernova menjadi judul novelnya.

Tapi aku tidak memilih Nebula menjadi judul.
Ini hidupku.


-canopus-