Tampilkan postingan dengan label tentang langit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang langit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Juni 2013

Mahameru

Hai, Sirius.
Tidak banyak yang tau kalau aku ternyata suka gunung. Kebanyakan mereka hanya tau kalau aku lemah. Sedih ya..
Aku berharap ada yang mau percaya bahwa aku mampu menaklukan mahameru. Melihatmu dengan mata telanjang di daerah Rasi Canis, hamparan nebula lain yang entah mlik siapa. 
Kamu benar Sirius, bukan salah mereka jika menganggap Mahameru terlalu buas untukku. My fault. Salahku jika tidak mampu meyakinkan mereka bahwa aku adalah Canopus. 
Tapi aku pasti kesana. Melihatmu dengan mata telanjang di daerah Rasi Canis, hamparan nebula lain yang entah milik siapa. Dengan atau tanpa keyakinan mereka bahwa aku adalah Canopus. 

-Canopus-

Rabu, 26 Juni 2013

Nebula

Aku selalu mengagumi langit malam. Entah, indah saja.
Ini nebulaku, selamat datang.

Aku ingin berbagi sedikit tentang nebula. Aku mengenalnya entah kapan, di dalam mimpi. Yang aku tahu, hal yang paling pasti terjadi ketika memejamkan mata adalah hitam, dan gelap. Tapi ketika itu, aku merasakan hal yang luar biasa indah. Banyak cahaya kecil yang menghidupkan. Terang, namun teduh. Sejak dikenalkan lewat mimpi, aku jatuh cinta pada Nebula.

Nebula adalah kondisi luar bumi yang memukau. Teori nebula bilang dia adalah ruang antar bintang yang terdiri dari debu, gas dan plasma. Nebula akan tampak bercahaya jika ruang ini memantulkan sinar dari bintang. Aku tak tahu asal bintang dari mana. Jika Nebula berasal dari bintang yang saling berjarak dan membentuk ruang, bintang-bintang itu dari mana asalanya ?

Teori bintang bilang mereka terbentuk didalam awan molekul, Nebula. Ketika Nebula mengalami ketidakstabilan grafitasi, bintang-bintang itu lahir. Ketidakstabilan itu dipicu oleh gelombang kejut dari ledakan supernova. Setidaknya para astrolog bilang begitu. Yah.. setidaknya sekarang aku mengerti kenapa "dee" memilih supernova menjadi judul novelnya.

Tapi aku tidak memilih Nebula menjadi judul.
Ini hidupku.


-canopus-

Senin, 30 Januari 2012

Bintang

Kepada langit yang hitam dan tegar,

       Aku ingin menyampaikan salam kepada Andromeda, Antlia, Aquila, dan ribuan lainnya. Sampaikan kalau mereka memukau saat kau sedang tidak mendung dan tenang. Mereka cantik. Berpendar-pendar dalam tubuhmu yang sendu tak bergairah meski tegar. Kau tampak ramai dan menawan, seperti mata seseorang yang sedang jatuh cinta. berbinar-binar.

       Langit, tahukah kau aku sering berbincang dengan mereka diam-diam tanpa kau ketahui. Walau terpisah jutaan kilometer. Kami punya cara sendiri untuk saling menyapa, dan itu sering. Kali ini, lewat kau saja karena mereka sedang kau sembunyikan dibalik ketiakmu. Rupanya kau akan menurunkan hujan lagi, ya ?

       Jika benar kau turunkan hujan malam ini, bolehkah aku meminta sertakan satu bintang untukku, Langit? Aku hanya ingin menyimpannya dimataku agar setiap hari aku terlihat sedang jatuh cinta, though i'm not. 

       Langit, aku hanya sedang tidak paham, jika ada bintang yang ekornya berpendar terang sekali sepanjang ia meluncur, mereka buru-buru memanjatkan harapan. Bukankah justru baru saja ada harapan yang dibuang Tuhan (karena Tuhan tak setuju dengan harapan itu) lewat bintang berekor panjang itu ? kufikir jahat sekali jika berharap diatas pengharapan seseorang yang sudah tak ada harapan. Aku tak akan seperti itu.

       Langit, sekian dulu ya. Aku akan tidur sebentar lagi. Semoga kau tetap tegar walau tak bergairah.

Tertanda, aku yang sedang menatapmu disudut kamar
       

Selasa, 24 Januari 2012

Hujan (3)

*****
Diam atas jutaan rasa rindu ini masih melegakan selagi langit masih bersedia menurunkan hujan . Lega karena langit menemaniku merindu. Terimakasih ya.

Aku masih punya banyak rindu untukmu. Semoga kemarau tak buru-buru datang.

Hujan (2)


*****
Jika beruntung, aku bisa lihat pelangi. Mejikuhibiniu. Cantik sekali.
Kali ini mereka bilang pelangi indah. Sungguh tidak adil. Mereka menyebut awan mendung mengerikan tapi mereka suka pelangi. Kufikir, awan mendung melahirkan pelangi, benar tidak ? Kenapa harus suka pelanginya saja.

*****
Mendung itu teduh. Seteduh matamu, teduh dan meneduhkan.
Sudah lama sekali kita tidak jumpa, tapi hujan bersedia membawa pikiranku jauh kepadamu, entah dimana. Tapi jelas kepadamu. Jika kupandangi hujan begitu lama, artinya aku menemukanmu diantara rintik-rintik anggun itu.
Rasanya hujan dapat mewakili rasa rinduku kepadamu. Tumpah ruah.
Aku merindukanmu seperti hujan merindu bumi.
Sayangnya kau sama dengan mereka. Tak suka hujan. Aku hanya bisa diam.

Hujan

Hujan nampaknya rindu bumi. Mungkin langit tahu, kami disini kering. 
Jika mereka bilang awan mendung mengerikan, kataku itu indah. Entah, kufikir terkesan teduh saja. Memang, aku sedikit tidak bersahabat dengan matahari. Kini dia terlampau terik. Jika lupa membawa sunblock, pasti wajahku terbakar. Yang aku heran, mengapa langit bisa tahan begitu dekat dengan matahari ? 
Mungkin hujan adalah cara langit menjeritkan kepedihan. Yang aku tidak paham, pedih macam apa yang langit rasakan. Yang aku tahu, hujan itu indah dibalik apapun yang langit rasakan waktu hujan. 
Rasanya, ketika hujan turun, waktu seakan berjalan lebih lambat. Kufikir, cara mesnyukurinya  adalah dengan menikmati.
Jika ada petir ? Entah, tapi aku benci petir. Suaranya membuatku migrain.
Hujan jatuh dipelupuk mataku. Hujan jatuh di atas hidungku. Hujan jatuh di pipiku. Hujan jatuh membasahiku. 
Aku tersenyum. Itu menyenangkan.


Pernah sadar tidak, bahwa hujan itu wangi ?Aku sadar.
Tidak percaya ? Coba buktikan nanti.