Tampilkan postingan dengan label heart sream. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label heart sream. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2013

Crumble

Hai Sirius, dimana kamu sekarang ? Aku harap secepat mungkin aku menemukanmu. Nebulaku sedang kosong.
Gelap. 
Aku jatuh, Sirius. Dihempaskan mentah-mentah oleh ekspektasiku tentang beberapa hal yang membuatku semakin lemah. Bertubi-tubi. Sakit sekali rasanya. 
Katakan. Katakan bahwa langit tidak akan runtuh tanpa bintang, Sirius. Maka Nebulaku akan selalu baik-baik saja karena bintang baru akan lahir setelah ini, bukan ? 
Aku percaya, Sirius. Sungguh. Hanya saja... 

Disini terlalu sesak, Sirius. Aku seperti dibebat pertanyaan-pertanyaan yang aku sendiri tidak paham. Aku ingin menghilang sejenak dari sini. Terbang ke tempatmu yang sesungguhnya di hamparan antariksa. 
Menyembuhkan luka, mengembalikan rasa percaya. Sejenak saja.


-aku masih Canopus-

Rabu, 17 Juli 2013

Kelapa Muda






Kalian luar biasa. Aku kangen hebat masa-masa kita berperang melawan rasa cemas, namun tetap tertawa, menertawakan beban-beban itu. Bagaimana kita melakukannya dulu ? 
Aku kangen hebat jam kosong, lalu kita membicarakan hal-hal konyol kemudian tertawa bersama mengejek beban-beban itu. Aku kangen hebat menangis bersama kalian saat mengingat kita mungkin akan berpisah. Ya Tuhan, aku kangen putih abu-abuku. Dimana semua mimpi menjadi benar. Semua harapan menjadi dekat. 
Kenapa harus ada kuliah setelah SMA ? Kenapa harus ada dia ? Aku ingin mereka...




Senin, 05 November 2012

Aku kangen kamu

Teramat sangat.
Entah sejak kapan aku merasa aku begitu kehilangan kamu. 

Kamu selalu bilang kalo everything is gonna be fine and all is well. Percaya deh, i've been trying to accept, tapi nggak tau kenapa rasanya hari-hariku sekarang nggak pernah se-fine dan se-well dulu, waktu kamu masih disini sama aku. Kenyataanya adalah kita sekarang udah jauh secara jelas. Nggak kerasa yah, kita udah gede sekarang, udah kuliah. Aku disurabaya kamu di malang. Cukup jauh untuk aku ujug ujug ke kamu buat ngeluh macem macem tentang hidupku yang selalu  nggak pernah simple. 
Aku selalu berdoa sama Allah supaya kamu jadi kuat disana sendirian. dan nggak perlu waktu lama kamu bisa selalu bilang kalo kamu dikelilingi temen-temen yang hebat disana, aku bersyukur. Terlebih kamu ketemu seseorang yang bisa bikin kamu bahagia tiap waktu. finally yaaaah... :)
Nggak tau kenapa tiba-tiba aku takut kamu lupa sama aku. Aku kangen kamu, teramat sangat. Entah sejak kapan aku merasa begitu kehilangan kamu. Kalo diingat-ingat, 3 tahunan kan ya kita kenal ? 3 tahun waktu yang kita butuhkan buat jadi sedekat waktu itu. Sayangnya kuliah butuh waktu lebih lama dari 3 tahun kita di masa sebelum ini. Pasti temen-temenmu disana bakal seneng banget deh, soalnya kamu baik :)

Nggak ada yang sama seperti sebelum sekarang, semua berubah, kayak waktu. Mungkin kita juga gitu. 

Aku selalu bersyukur aku kenal kamu dikehidupanku sebelum sekarang. Iya, kadang aku ngerasa kamu saudara kandung yang Allah lupa kasih ke aku.

Sabtu, 16 Juni 2012

Spam

Udah kesekian kalinya, dan kamu pasti bisa tau kenapa aku diemin kamu. Kalo boleh jujur, aku sakit hati. Ya sama sikapmu. Mungkin kamu terbiasa begitu dikehidupanmu sebelumnya yang entah aku ngga paham. Dan ya, aku juga udah terbiasa dianggap remeh, dianggep nggak ada, sungguh aku bener-bener udah terbiasa. Tapi ngga tau kenapa aku ngerasa kamu keterlaluan. Pleaseeeee, kalo emang aku ada salah kamu bilang, kamu ngomong. Jangan aku terus yang disuruh belajar ngertiin kamu. 
Sebenarnya simple, tapi jadi runyam. Mungkin sekarang aku ikut-ikutan jadi kaya anak kecil, tapi kalo kaya gini caramu, aku jadi mikir apa mending sekarang main egois egoisan aja ya ? Ya Allah, maaf. Ingetin aku kalo aku salah :(

Minggu, 29 Januari 2012

Dari yang terdalam

       Aku harap kau tidak terlalu sibuk untuk mengingat kalau kau harus makan siang, dengan teratur. Aku harap, semoga kaca dirumah tidak terlalu kecil untuk menunjukkan bahwa kau sekarang terlihat jauh lebih kurus. Aku hanya takut kesibukanmu yang semakin liar itu, memakan sebagian lagi tubuhmu yang kini sudah rapuh digulung waktu. Aku harap, kau tidak pernah lupa membawa minyak angin aromatherapy-mu agar jika sutau saat kau merasa pusing, minyak angin itu segera membantumu untuk pulih.

       Aku harap, aku masih punya waktu untuk mengingatkanmu kalau kau harus makan siang, dengan teratur. Aku harap, aku masih punya waktu untuk memintamu sekedar berkaca agar kau tahu kalau kau sekarang terlihat jauh lebih kurus. Aku harap, aku masih punya waktu untuk menanyakan kabarmu ditengah kesibukanmu sebagai seorang kepala di kantor. Aku harap.

       Ma, semoga Allah berkenan memberiku waktu lebih lama untuk membuktiikan bahwa aku mampu membuatmu merasa tidak sia-sia menahan lapar saat makan siang, membuatmu lapang karena tidak sempat menyadari bahwa kesibukanmu terlampau jahat terhadap tubuhmu, membuatmu merasa bahwa semua kerja kerasmu berharga karena anakmu ini berhasil menjadi seorang apoteker. Insya Allah Ma, 4 tahun lagi.

       Mohon doa restumu.


Minggu, 22 Januari 2012

Down

ini semacam... krisis percaya diri.
begini, aku menemui banyak orang hebat di kampus. Dan, aku sedikit merasa minder. Entahlah, aku merasa tak punya bakat apapun untuk dikembangkan. Miris. 
hmmmm, mereka kok bisa hebat ya ? bisa punya penghasilan sendiri. Lah aku kemana ajaaaaa ? gini gini terus, gak jalan jalan :(

Senin, 09 Januari 2012

Entahlah

Simsalabim tiba-tiba kau ada, 
sayang aku yang menghilang.
Adakadabra kau tiada, aku juga. 


Di mana, kita?

Selasa, 27 Desember 2011

Sabtu, 01 Oktober 2011

Rabu, 28 September 2011

Delapanbelas dan menyedihkan

Entahlah, semua berjalan begitu cepat. Kalian hadir, lalu kebahagiaan terjadi begitu saja. 

Mungkin kata-kata itu tepat menggambarkan semua persaan bahagiaku untuk kalian. Kebahagiaan macam apa ?entah. yang aku tahu aku bahagia. Aku sangat menyayangi kalian. sangat .andai kalian merasakannya...

entahlah, aku merasa kehidupan kampusku membosankan .and i miss you guys, i miss you so damn. Bukan, bukan karena aku tidak mau berteman dengan mereka, hanya saja aku merasa... ah, entahlah .
Seminggu yang lalu, kufikir semua akan indah. Setidaknya aku berhak membayangkan sesuatu yang indah terjadi di hari ulangtahunku. Jujur, aku tidak mengharapkan kado yang istimewa dari siapapun. Aku berusaha menyambut ulangtahunku dengan cara orang dewasa, aku mencobanya. Percayalah, aku berhasil. Setidaknya beberapa jam setelah bangun tidur.
Bertemu teman-teman di kampus, dinyanyikan lagu selamat ulangtahun semoga panjang umur blah blah blah. Bertemu kamu my hunny bunny besties ria hanistya, diucapkan selamat ulangtahun, dipeluk dan blah blah blah . Menyenangkan, setidaknya sampai beberapa puluh menit kemudian.
Ya, lalu semuanya menjadi seperti mimpi buruk, sangat buruk. 
Jujur, aku ingin menangis sepanjang kuliah. Tapi aku berhasil menahan, aku beruntung. Barangkali ini semacam metamorfosis diriku menjadi lebih dewasa, menahan air mata -ah bukan, mungkin lebih tepatnya menahan emosi- Maybe yes. Or maybe no ? I dont know. Yang aku tahu, sepanjang hari aku berusaha tersenyum, bahkan ketika sadar, kalian mungkin terlalu sibuk untuk mengingat hari itu istimewa, ulangtahunku :3
Sepanjang perjalanan siang itu di angkutan umum, aku berusaha menata pikiranku, merayunya agar tidak manja, berusaha positif thinking terhadap hari ulangtahunku. Beruntung, aku berhasil. Setidaknya (lagi), sampai beberapa jam kemudian.


Dan aku benar benar menyerah malam itu, aku menangis. Terisak isak. Barangkali aku memang masih remaja, belum siap menjadi dewasa. Ah, peduli setan. Aku benci karena sebelumnya aku membayangkan hari ulangtahun yang indah. Kufikir barangkali, aku tak sepenting itu dimata kalian.
Aku desperate, putus asa menunggu ucapan selamat. Aku menulis "happy birthday Aida", menyanyi lagu "happy birthday" milik ten2five. Setidaknya untuk mengobati perasaan. Lalu tidur.
Benar benar hari ulangtahun yang istimewa .


PS. aku sama sekali tidak marah sayang, sungguh.
hanya saja aku benci hari ulangtahunku kali ini. Barangkali aku marah pada harapanku, tapi tidak kalian. Aku paham, aku maklum kalian pasti sibuk. Iya, sama aku juga :)
Bagaimana mungkin aku marah hanya karena satu hari dan melupakan tiga tahun bersama kalian, yang itu tak ternilai kebahagiaannya. Tidak akan ... :)


PS. I miss you ....


Rabu, 07 September 2011

It's not "Success and failure", it's "Success" and "Failure"


Tiga detik yang lalu saya teringat. Soal mimpi, cita-cita dan... segala sesuatu mengenai angan angan .

Tuhan menyediakan jalan bagi mimpi, saya tahu. Satu jalan dengan dua cabang dan dua akhir. Saya seribu persen yakin, saya khatam mengenai ini. Ya, mengenai "success and failure". Hanya yang kadang tidak saya sadari adalah success and failure aren't a lottery, yang dengan segala macam kemungkinan baik dan buruk atau sangat baik dan sangat buruk yang akan keluar nantinya, menggugat kita untuk menerima dengan lapang dada secara mutlak. Mutlak, absolut, tidak ada tawaran. 

Success and failure bagi saya adalah, mahakata dengan mahamakna. Dua kata yang tidak sembarang kata dan opsional. Opsional kawan ! yang artinya, kita yang pilih kemana mimpi mimpi itu kita arahkan. "Success"or "Failure". Yang artinya lagi, bukan " Success and Failure", tapi "Success" and "Failure".Ya, saya lalai mengenai hal ini, dan itu sangat memalukan.
 
Benar kawan, saya malu. Bahkan kepada lembaran buku agenda saya yang penuh akan mimpi mimpi besar yang berantakan. Gagal hampir total. Mungkin yang masih tersisa adalah tentang Holland, Perfect wedding, dan hidup sebagai lansia terbahagia dan ceria dengan cucu cucu manis seperti lolipop.
jujur saja kawan sekalian, saya, yang awalnya bersemangat '45 setiap menuliskan mimpi mimpi baru saya sendiri kedalam agenda, sempat tidak berani dan menjadi pengecut besar atas mimpi mimpi itu, bahkan untuk sekedar membayangkan. Saya terlalu pengecut untuk gagal lagi dan justru itu kesalahan terbesar saya. Kegagalan yang sebenarnya.

Saya selalu bangga memiliki sahabat terbaik sepanjang jaman, selalu. Mereka semacam... obat penambah stamina, penguat sistem imun yang ringkih. Dan ya, saya bangkit  :)
Sepenuhnya bangkit .
Saya -akan mencoba- tidak takut gagal. Saya siap gagal 99 kali dan bangkit 100 kali, sungguh. Ini janji.
Demi mimpi yang masih tersisa. Demi Holland, Perfect wedding, dan hidup sebagai lansia terbahagia dan ceria dengan cucu cucu manis seperti lolipop. Dan, demi kedua orangtuaku atas... atas segalanya :)