Sabtu, 01 Maret 2014

Hei, lelaki baik...

Teruntuk kamu, seseorang yang akan membukakan jalan surga bagiku nanti.

Apakabar, Hei lelaki baik ? Perkenalkan, aku adalah perempuan yang akan kau tuntun jalannya menuju kemuliaan. Ya, nanti jika waktu sudah mempersilahkan. Aku bukan perempuan yang cukup baik untuk bisa mendapatkan kamu yang baik. Tapi percayalah, aku sedang dalam perjalananku memperbaiki diri. Aku sungguh tak tahu akan seperti apa rupamu, tapi aku pun juga tidak secantik istri Rasullullah, aku tidak berdoa akan didapatkan oleh lelaki tampan, aku berdoa akan didapatkan oleh lelaki yang saat aku melihat rupanya, aku akan tenang karena matanya menenangkan. Aku bukan perempuan yang pintar matematika, tapi, jika aku kelak menjadi istrimu, aku berjanji akan menghitung pengeluaran rumah tangga dengan baik, tidak akan boros, dan akan menabung agar dapur selalu mengepulkan asap nasi. Aku cengeng, iya, itu benar adanya.Tapi, aku berjanji akan menjadi sosok ibu yang tangguh, tidak akan mengeluh, seberat apapun situasi memeras peluh. Bantu aku dengan senang hati, ya.. hehehe.

Hei, lelaki baik, Jika kamu sedang sendiri dan merasa sepi, pernahkah kamu membayangkan seperti apakah aku ? Karena aku sering begitu. Aku sering merasa sendiri, dan rasanya akan senang jika detik mempercepat diri untuk bergulir, lalu mempersilahkan aku dan kamu bertemu.

Aku tidak tahu dibelahan dunia bagian mana kamu mengitari waktu sebelum nanti bersamaku. Baik-baik selalu, ya. Nanti, ketika kamu membaca ini, tentu aku sudah bersamamu, dan aku akan selalu memastikan kalau kamu memang baik-baik saja.

Sebelum waktu itu datang, lelaki baik, aku ingin berterima kasih kepada kamu bahwa kamu sudah sangat baik untuk mau menerimaku saat itu. Aku yang tidak sebaik wanita yang selalu kau sebut dalam doa 5 waktu dan shalat sunnahmu. Kecewakah kamu karena Allah menjawab doa-doamu dengan sosok-ku ? Maaf jika iya, tapi kuharap tidak. Saat ini, aku pun juga mengucap doa dalam lima waktuku, aku minta kamu. Dan syukurku tiada henti bahwa doaku dijawab dengan kehadiranmu. Hei, lelaki baik, aku sungguh tidak tahu seperti apa skenario yang dipersiapkan oleh Sang Maha-baik untuk pada akhirnya nanti kita akan bertemu. Tapi, satu detik pun aku tidak pernah dibuat-Nya ragu.

Salam, Aida
yang mendamba merenta bersamamu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar