Ayah : “Semester berapa to Mbak
Ayu ini sekarang ?”
Aku : “Semester 6...”
Ayah : “Wah cepet ya mbak, anak
ayah udah besar”
Dari kaca mobil, aku
lihat ayah tersenyum kecil. Tulus sekali senyumnya. Aku merinding.
Yah, anakmu ini tidak pandai seperti
teman-temannya di kampus. Anakmu ini tidak punya prestasi akademik yang
membanggakan. Maaf baru bisa memberi 2,99 tapi percayalah hasil itu aku dapat
dengan jujur. Anakmu ini bukan tipikal
mahasiswa yang betah berlama-lama membaca jurnal ilmiah atau buku-buku yang
lebih mirip bantal saking tebalnya. Maaf ya, yah.. Anak ayah ini mahasiswa yang
biasa-biasa saja. Aku tau ayah tidak akan marah karena ayah tau betapa aku
telah mencoba, tapi saat lihat ayah tersenyum seperti itu, aku sungguh merasa
bersalah. Doakan aku selalu, yah.. Aku kelak akan jadi apotekernya ayah dan
mama yang paling baik. Janji.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar