Senin, 03 Maret 2014

Anak ayah sudah besar

Ayah : “Semester berapa to Mbak Ayu ini sekarang ?”
Aku   : “Semester 6...”
Ayah : “Wah cepet ya mbak, anak ayah udah besar”

Dari kaca mobil, aku lihat ayah tersenyum kecil. Tulus sekali senyumnya. Aku merinding.

Yah, anakmu ini tidak pandai seperti teman-temannya di kampus. Anakmu ini tidak punya prestasi akademik yang membanggakan. Maaf baru bisa memberi 2,99 tapi percayalah hasil itu aku dapat dengan jujur.  Anakmu ini bukan tipikal mahasiswa yang betah berlama-lama membaca jurnal ilmiah atau buku-buku yang lebih mirip bantal saking tebalnya. Maaf ya, yah.. Anak ayah ini mahasiswa yang biasa-biasa saja. Aku tau ayah tidak akan marah karena ayah tau betapa aku telah mencoba, tapi saat lihat ayah tersenyum seperti itu, aku sungguh merasa bersalah. Doakan aku selalu, yah.. Aku kelak akan jadi apotekernya ayah dan mama yang paling baik. Janji.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar