Selasa, 31 Januari 2012

Kota dan Aku

       Ini kota sudah tak lagi nyaman. Aku ingin pindah kota, tapi tak tahu jalan. Ini saja sudah tersesat, padahal aku tak pernah keluar rumah tanpa peta dan kompas. Tapi angin kemarin sore terlalu kencang, petaku terbawa terbang. kompasku hilang. Aku juga hilang, dan kehilangan.

       Kota ini ramai yang terhampa, diam yang tergaduh, bising yang tersepi. Aku kedinginan ditengah panik. Kau tahu, tapi acuh. Aku tak peduli. Harapanku kugadaikan ditengah jalan untuk biaya makan. Aku Gusar. Menepi pada teras orang, aku malah terjebak. Jalanku makin rumit

       Langit bahkan tak lagi baik, aku dimusuhi. Aku ditumpahi rasa bersalah kota ini lewat hujan, aku dipaksa berteduh. Aku mau, terpaksa. Sudah itu aku dikejar angin besar, aku hampir digulung. Aku dipaksa berlari. Kulakukan, tertatih.

       Aku ingin pindah kota, tapi aku tak ada kendaraan. Perutku lapar, tapi aku tak lagi punya harapan untuk digadaikan sebagai biaya makan. Aku menyerah, semakin lemah. Sudahlah.

     
Kota ini, hatimu yang tak menginginkanku tinggal .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar