Dulu aku adalah pujangga.
Seorang arwah pujangga tersasar masuk
ke dalam tubuh mungilku.
Dulu aku berkata-kata bak mutiara nan wangi.
dan, mutiara sangatlah aneh ditengah batu kali.
Pikiranku bagai seribu persimpangan
dalam sekotak korek api.
Karena itulah aku anomali.