Sabtu, 07 Juni 2014

Senin, 02 Juni 2014

Entah ini apa

Aku kangen kamu tanpa pernah berharap. Aku kangen. iya, hanya kangen saja.
Walaupun aku tau kamu tidak pernah mau tau dan merasa tak perlu tau, aku cuma mau bilang, aku baik kok. Hanya saja, semakin hari rasanya semakin berat. Sungguh. Dan aku hanya membayangkan sepertinya langkah ini akan lebih ringan jika kamu disini, memberi tempat untuk berkeluh kesah. Aku membayangkan kamu tanpa pernah berharap. Aku membayangkan. Iya, hanya membayangkan saja.
Baik-baik selalu, ya ! Hiduplah bahagia :)

Kamis, 10 April 2014

Menitip pada hujan

Hai, Ngit, apa kabar diatas sana ?
Aku baik, Ngit, terimakasih meneduhkan bumiku hari ini.  Aku masih senang wangi hujan dan suasana abu-abumu, jangan buru-buru pergi dulu. Aku masih ingin menikmatimu melipat rindu-rinduku.
Ngit, dia apa kabarnya ? Tidak melihatnya sungguh bukan lagi jadi masalah. Aku tidak perlu melihatnya untuk tahu bahwa dia ada. Masih ada. Akan selalu ada. Walau (mungkin) tidak lagi untukku, entah untuk siapa.
Boleh aku minta tolong satu, Ngit ? Teduhkan selalu harinya, sejukkan suasana hatinya. Aku tahu dia sedang berjuang sesuatu. Aku berharap kebaikan selalu menyertainya. Temani dia, ya. Sampaikan salamku lewat kamu yang menjelma jadi titik-titik air jernih seperti biasanya. Aku kangen dia.


Minggu, 30 Maret 2014

Senin, 03 Maret 2014

Being denied, is....

Aku : “Jangan sakit-sakit ya, jaga kesehatan, istirahat yang cukup...”
Dia : “Aku bisa jaga diri sendiri, kamu urusin kuliah sm keluargamu aja.”



Aku : (dalam hati, “Iya, aku tau”)


-Percakapan kala itu-


Anak ayah sudah besar

Ayah : “Semester berapa to Mbak Ayu ini sekarang ?”
Aku   : “Semester 6...”
Ayah : “Wah cepet ya mbak, anak ayah udah besar”

Dari kaca mobil, aku lihat ayah tersenyum kecil. Tulus sekali senyumnya. Aku merinding.

Yah, anakmu ini tidak pandai seperti teman-temannya di kampus. Anakmu ini tidak punya prestasi akademik yang membanggakan. Maaf baru bisa memberi 2,99 tapi percayalah hasil itu aku dapat dengan jujur.  Anakmu ini bukan tipikal mahasiswa yang betah berlama-lama membaca jurnal ilmiah atau buku-buku yang lebih mirip bantal saking tebalnya. Maaf ya, yah.. Anak ayah ini mahasiswa yang biasa-biasa saja. Aku tau ayah tidak akan marah karena ayah tau betapa aku telah mencoba, tapi saat lihat ayah tersenyum seperti itu, aku sungguh merasa bersalah. Doakan aku selalu, yah.. Aku kelak akan jadi apotekernya ayah dan mama yang paling baik. Janji.




Minggu, 02 Maret 2014

Pengantar Mimpi

Ada hal-hal yang akan mustahil bisa kita jangkau dengan hanya mengandalkan ilmu sains, banyak bahkan. Aku percaya semua hal indah yang kita rekam dalam talamus otak, nantinya akan terbang ke langit, melesat melawan gravitasi.  Entah dengan cara seajaib apa. Jika senyum mereka adalah sesuatu yang ajaib, mungkin lewat senyum merekalah keindahan di hidupku berkendara ke langit. 




Aku punya banyak hal indah, mimpiku tak berujung. Rabb.. jaga mereka supaya selalu tersenyum. Mengantarkan mimpiku, semua hal indah di talamus otakku. Melesat melawan gravitasi, menuju langit.

Sabtu, 01 Maret 2014

Hei, lelaki baik...

Teruntuk kamu, seseorang yang akan membukakan jalan surga bagiku nanti.

Apakabar, Hei lelaki baik ? Perkenalkan, aku adalah perempuan yang akan kau tuntun jalannya menuju kemuliaan. Ya, nanti jika waktu sudah mempersilahkan. Aku bukan perempuan yang cukup baik untuk bisa mendapatkan kamu yang baik. Tapi percayalah, aku sedang dalam perjalananku memperbaiki diri. Aku sungguh tak tahu akan seperti apa rupamu, tapi aku pun juga tidak secantik istri Rasullullah, aku tidak berdoa akan didapatkan oleh lelaki tampan, aku berdoa akan didapatkan oleh lelaki yang saat aku melihat rupanya, aku akan tenang karena matanya menenangkan. Aku bukan perempuan yang pintar matematika, tapi, jika aku kelak menjadi istrimu, aku berjanji akan menghitung pengeluaran rumah tangga dengan baik, tidak akan boros, dan akan menabung agar dapur selalu mengepulkan asap nasi. Aku cengeng, iya, itu benar adanya.Tapi, aku berjanji akan menjadi sosok ibu yang tangguh, tidak akan mengeluh, seberat apapun situasi memeras peluh. Bantu aku dengan senang hati, ya.. hehehe.

Hei, lelaki baik, Jika kamu sedang sendiri dan merasa sepi, pernahkah kamu membayangkan seperti apakah aku ? Karena aku sering begitu. Aku sering merasa sendiri, dan rasanya akan senang jika detik mempercepat diri untuk bergulir, lalu mempersilahkan aku dan kamu bertemu.

Aku tidak tahu dibelahan dunia bagian mana kamu mengitari waktu sebelum nanti bersamaku. Baik-baik selalu, ya. Nanti, ketika kamu membaca ini, tentu aku sudah bersamamu, dan aku akan selalu memastikan kalau kamu memang baik-baik saja.

Sebelum waktu itu datang, lelaki baik, aku ingin berterima kasih kepada kamu bahwa kamu sudah sangat baik untuk mau menerimaku saat itu. Aku yang tidak sebaik wanita yang selalu kau sebut dalam doa 5 waktu dan shalat sunnahmu. Kecewakah kamu karena Allah menjawab doa-doamu dengan sosok-ku ? Maaf jika iya, tapi kuharap tidak. Saat ini, aku pun juga mengucap doa dalam lima waktuku, aku minta kamu. Dan syukurku tiada henti bahwa doaku dijawab dengan kehadiranmu. Hei, lelaki baik, aku sungguh tidak tahu seperti apa skenario yang dipersiapkan oleh Sang Maha-baik untuk pada akhirnya nanti kita akan bertemu. Tapi, satu detik pun aku tidak pernah dibuat-Nya ragu.

Salam, Aida
yang mendamba merenta bersamamu.