Senin, 22 April 2013

Sabtu, 20 April 2013

Surat Rindu #22 : Bukan Mitos Belaka (by. Aratiararismala)

oleh : Ara Tiara Rismala

Selamat senja, Oddyseusku.
Aku sedang menatap titik-titik hujan sambil menghirup segelas teh yang terlalu hambar saat aku membaca suratmu. Inginku untuk mendapatkan kembali kenyamanan yang sudah lama tak kurasakan semenjak kepergianmu. Aku berusaha, Oddyseus.. Aku berusaha untuk tak menangisi kepergianmu. Tak menangisi tumpuan hidupku yang pergi dan mungkin saja tidak akan pernah kembali. Tapi aku hanya manusia yang memiliki hati, tak mungkin tidak merasakan nyeri.
Sementara kamu melaksanakan tugas, ada beban yang begitu berat untuk kuemban. Aku harus mampu menjaga kestabilan kerajaan sampai kamu datang kembali. Aku harus mampu menjaga hati sampai kamu berada di sisi.
Bukan hal yang mudah untuk menjaga hati saat orang yang kita harapkan tampak begitu jauh untuk digapai sementara banyak orang lain yang nyata berada di depanku menawarkan kebahagiaan. Hal itu memang tidak pernah mudah, Oddyseus. Tapi akan lebih sulit lagi jika aku menerima orang yang tak aku cintai dan menghabiskan sisa umurku dengannya kan?
Sebab kesetiaan itu bukanlah mitos belaka, Oddyseus. Kesetiaan itu benar adanya. Aku yakin kamu pun merasakan apa yang aku rasakan. Mungkin dalam perjalanan pulang, kamu bertemu peri cantik di lautan yang menawarkanmu kebahagiaan yang tak mampu aku berikan. Siapalah aku jika dibandingkan dengan Calypso? Atau mungkin kamu akan menemukan penyihir jelita yang tak segan mencintaimu dalam keabadian seperti yang dilakukan Circe. Mereka jelas memiliki lebih banyak hal yang dapat membahagiakanmu daripada aku, Oddyseus.
Tapi lagi-lagi aku tegaskan bahwa kesetiaan bukanlah mitos belaka. Kesetiaan itu benar adanya.
Kita memang berada di tempat berbeda, bertarung dalam peperangan yang tak sama. Tapi kita masih memiliki cinta yang kelak akan menuntun pada kebahagiaan sebagai tanda titik dalam kisah kita.
Teguhkan hatimu untuk tetap mencintaiku, Oddyseus. Karena aku disini melakukan hal yang sama. Para pelamar bukanlah apa-apa jika dibanding dengan kebahagiaan kita yang dijanjikan semesta. Kesetiaan kita, apa yang kita korbankan kelak akan dibalas kebahagiaan.
Cepatlah kembali. Sebab ada hati yang merindukanmu di sini.
Penelope
source here

Sabtu, 13 April 2013

Kamis, 14 Februari 2013

Kamis, 31 Januari 2013

My Siriuses








Terimakasih buat semuanya, i love you ! peluk cium :*

Grafitasi tidak pernah menghambatku meraih mimpi di langit. Aku berlari dengan usaha, lalu melompat dengan do'a

Jumat, 25 Januari 2013

Keping 9

Dulu aku adalah pujangga.

Seorang arwah pujangga tersasar masuk

ke dalam tubuh mungilku.

Dulu aku berkata-kata bak mutiara nan wangi.

dan, mutiara sangatlah aneh ditengah batu kali.

Pikiranku bagai seribu persimpangan

dalam sekotak korek api.

Karena itulah aku anomali.

Rabu, 23 Januari 2013

KNGN~


Aku tak pernah tahu seberapa kuat kenangan bisa bartarung melawan waktu. Terkadang hanya sedikit sakit ketika sadar bahwa hari akan terus bergulir dimakan detik demi detik.  

Yang kupahami, setiap jengkal kejadian yang kususuri selama hidupku punya umur. Benar, tak akan pernah ada yang abadi dalam sesuatu yang tak abadi. Aku paham jika hidup ini tidak boleh statis. Tapi, entahlah,  justru terlalu sering aku merasakan bahwa semua terlalu monoton dan membosankan.

Aku harus mencoba paham bahwa ilmu sains sehebat apapun tak akan ada yang berhasil melumpuhkan waktu, barang hanya sejenak. Lagi. Sekalipun aku ingin mempertahankan.

Sejarah. 
Ya, barangkali sejarah cukup mewakili betapa semua masa-masa itu sudah kulewati dan tak akan pernah bergulir lagi.

Kenang.
Hilang.
Kumohon meninggalkan jejak.




Senin, 14 Januari 2013