Tidak ada yang mengerti aku sebaik kalian... dulu
Then ?
Minggu, 25 November 2012
Selasa, 06 November 2012
Sweet nineteen
Senin, 05 November 2012
Aku kangen kamu
Teramat sangat.
Entah sejak kapan aku merasa aku begitu kehilangan kamu.
Kamu selalu bilang kalo everything is gonna be fine and all is well. Percaya deh, i've been trying to accept, tapi nggak tau kenapa rasanya hari-hariku sekarang nggak pernah se-fine dan se-well dulu, waktu kamu masih disini sama aku. Kenyataanya adalah kita sekarang udah jauh secara jelas. Nggak kerasa yah, kita udah gede sekarang, udah kuliah. Aku disurabaya kamu di malang. Cukup jauh untuk aku ujug ujug ke kamu buat ngeluh macem macem tentang hidupku yang selalu nggak pernah simple.
Aku selalu berdoa sama Allah supaya kamu jadi kuat disana sendirian. dan nggak perlu waktu lama kamu bisa selalu bilang kalo kamu dikelilingi temen-temen yang hebat disana, aku bersyukur. Terlebih kamu ketemu seseorang yang bisa bikin kamu bahagia tiap waktu. finally yaaaah... :)
Nggak tau kenapa tiba-tiba aku takut kamu lupa sama aku. Aku kangen kamu, teramat sangat. Entah sejak kapan aku merasa begitu kehilangan kamu. Kalo diingat-ingat, 3 tahunan kan ya kita kenal ? 3 tahun waktu yang kita butuhkan buat jadi sedekat waktu itu. Sayangnya kuliah butuh waktu lebih lama dari 3 tahun kita di masa sebelum ini. Pasti temen-temenmu disana bakal seneng banget deh, soalnya kamu baik :)
Nggak ada yang sama seperti sebelum sekarang, semua berubah, kayak waktu. Mungkin kita juga gitu.
Aku selalu bersyukur aku kenal kamu dikehidupanku sebelum sekarang. Iya, kadang aku ngerasa kamu saudara kandung yang Allah lupa kasih ke aku.
Sabtu, 11 Agustus 2012
Kamis, 09 Agustus 2012
Sabtu, 04 Agustus 2012
Sabtu, 28 Juli 2012
Kamis, 12 Juli 2012
Senin, 25 Juni 2012
Feelings
Hai sesuatu yang tak pernah bisa teraba bahkan oleh logikaku, aku tahu kabarmu sedang tidak baik. Terlalu tahu. Sebab aku tak pernah beranjak mengacuhkanmu bahkan ketika kau berusaha mematikanku lewat caramu yang selalu tak bisa kumengerti. Bahkan ketika tiba waktu dimana aku hampir tak sanggup bernafas, aku masih selalu berusaha membacamu.
Hai sesuatu yang selalu membuatku bingung bahkan untuk memahami diriku sendiri, bagaimana jika pada akhirnya aku tak pernah mengerti seperti apa seharusnya aku bersyukur atas apapun yang telah dipercayakan Tuhan padamu untuk aku pelajari. Bahkan jika aku tak pernah bisa terlalu paham cara membuat diriku sendiri bahagia dengan dewasa.Hai sesuatu yang tak nyata, yang bahkan tak pernah ku tahu wujudmu, aku terlalu bisa tahu dirimu. Mengapa begitu banyak wajahmu dalam diriku yang terlalu sering kau putar balik? Tahukah kau, aku yang pusing.Hai sesuatu yang gaib, sesuatu yang besar didalam sini, sesuatu yang entah harus kubicarakan seperti apa lagi tentangmu, ketika aku berkaca dicerminku yang kini memburam tertutup salah satu dari begitu banyak wajahmu yang paling tak kusukai, aku menyadari detik itu juga; bahwa aku masih aku sedikitpun tak berubah. Bahkan atas usaha kerasmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
















.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


