Dimatamu, aku melihat sesuatu yang kau sebut kenangan, kusebut itu duka. Memendarkan warna biru yang pekat dalam tungkai masa lalu. Sementara kau masih berusaha keras membuatnya menjadi baik-baik saja. Kau fikir tak mungkin, kufikir masih bisa.
Dimatamu, aku melihat sesuatu yang kau sebut bukan apa-apa, kusebut itu luka. Tergores masa lalu yang membuat matamu terlihat begitu penuh akan kepedihan. Sebagai cendera mata dari sesuatu yang kau sebut itu cinta, kusebut patah hati.
Sementara didepan begitu banyak rasa yang lebih indah dari duka dan luka,
Sementara didepan begitu jelas aku menawarkan rasa yang lebih istimewa dari kenangan dan sesuatu yang bukan apa-apa.
Sementara aku menunggumu
Sementara aku menunggumu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar