Kepada kamu, yang membuat hari-hariku sungguh berbeda
Kamu, apa kabar ? Mungkin aku punya cukup nyali untuk menanyakannya secara langsung mengenai kabarmu, setidaknya lewat sms. Hanya saja, kufikir kamu yang tak punya cukup waktu untuk menjawabnya. Dan, aku selalu punya alasan untuk paham. Bahwa kamu sangat sibuk.
Dan pada kenyataannya, memang aku harus selalu punya alasan untuk paham, aku tidak ada pilihan. Toh aku, sama sekali bukan siapa-siapa buat kamu, kan ? Sekalipun setiap malam kita saling mengirim perhatian lewat sms. Atau mungkin, hanya aku yang melakukannya ?
Entah bagaimana awalnya, yang aku tahu kamu membuat 24 jamku menjadi berbeda. Menjadi aneh. Dan, entah apalagi istilahnya.
After all, aku hanya senang kamu bisa menjadi bagian dari 24 jamku yang monoton. Aku belum terlalu bosan untuk menunggumu membalas smsku dengan tidak melakukan apapun. Aku belum terlalu bosan untuk mengahrapkan perasaan yang hampir tumpah ini kamu ketahui. Aku belum terlalu bosan untuk mendengarkanmu mencelaku dalam kelakarmu yang tidak lucu. Aku belum terlalu bosan. Setidaknya sampai nanti, sampai aku mengerti bahwa ternyata semua ini konyol.
P.S Kalau begitu, sampai nanti yaa.
P.S Kalau kamu keberatan dengan sikapku kepadamu yang selalu menanyakanmu sudah makan atau belum, tunggu saja sampai aku benar-benar sadar bahwa ini memang konyol. Sabar saja ya, mungkin sebentar lagi. Jika kamu benar-benar tidak tahan, ya sudahlah pergi saja.
Tertanda,
Aku yang memendam rasa kepada kamu
Tertanda,
Aku yang memendam rasa kepada kamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar