Tampilkan postingan dengan label Sajak biasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak biasa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juni 2012

Kini, Dariku Darimu

Sungguh anganmu benar-benar terbaca. Aku tau kau tak benar-benar membenciku, tapi sorotan matamu membuatku takut. Tajam. Menusuk. Entah mengapa kau selalu berhasil membuatnya terkesan seperti pisau yang kadang terkesan seperti anak panah, hatiku sasarannya. Dan aku tak pernah berbohong jika itu menyakitkan, sampai ke ulu hati.

Sungguh, maksudku pun benar-benar terbaca. Kau pasti tau aku tak benar-benar membuatmu terluka. Kufikir sorotan mataku sudah cukup membuatmu mengerti bahwa aku merindukan masa-masa kita menantang pagi dan memeluk malam bersama. Dan aku tak pernah berbohong jika aku pun terluka menyaksikanmu tersakiti olehku.

Dariku, Darimu

Sabtu, 18 Februari 2012

Dimatamu

Dimatamu, aku melihat sesuatu yang kau sebut kenangan, kusebut itu duka. Memendarkan warna biru yang pekat dalam tungkai masa lalu. Sementara kau masih berusaha keras membuatnya menjadi baik-baik saja. Kau fikir tak mungkin, kufikir masih bisa.

Dimatamu, aku melihat sesuatu yang kau sebut bukan apa-apa, kusebut itu luka. Tergores masa lalu yang membuat matamu terlihat begitu penuh akan kepedihan. Sebagai cendera mata dari sesuatu yang kau sebut itu cinta, kusebut patah hati.

Sementara didepan begitu banyak rasa yang lebih indah dari duka dan luka,
Sementara didepan begitu jelas aku menawarkan rasa yang lebih istimewa dari kenangan dan sesuatu yang bukan apa-apa.

Sementara aku menunggumu